Blog Kesehatan Dan Kecantikan

Informasi Tentang Cara Mengatasi Penyakit Epilepsi

Epilepsi/Ayan dan Kejang Tanpa Demam

Kejang tanpa demam Bila anak mengalami kejang tanpa diawali dengan demam, kemungkinan penyebabnya ada beberapa hal :
seperti.
Keturunan: Orangtua yang sudah mengalami epilepsi pada masa kecilnya, dapat menurunkan epilepsi tersebut kepada anak-anaknya.
Neurologis: atau perna terjadi seperti, benturan di kepala, tumor otak, pendarahan otak, atau bisa juga akibat kekurangan oksigen.
Non-neurologis: Misalnya karna kekurangan elektrolit akibat sering muntah, diare, gangguan peredaran darah, keracunan obat, atau bisa juga akibat gula darah yang rendah.

Kasus kejang tanpa demam, terbanyak ditemui pada anak usia kurang dari 6 bulan. Bila hal ini terjadi berulang- ulang, orang tua perlu waspada karna akan kemungkinan anak menderita epilepsi.
 Pada usia seperti ini, epilepsi tidak hanya bisa berbentuk kejang atau demam, namun yang sering terjadi juga adalah mata anak juling ke atas, tangannya seperti gemetar atau bibirnya berkedut.

Bila anak mengalami kejang, maka hal yang harus dilakukan adalah:
anda hanya perluh Longgarkan pakaian dan lepaskan apapun yang menghambat jalan napasnya.

Terus Miringkan tubuh, agar air liur yang biasanya keluar bisa dialirkan ke samping dan tidak membuat anak tersedak.
Jangan mencoba memberikan anak minuman apapun termasuk kopi yang dipercaya sebagian obat yang dapat menghentikan epilepsi karna Hal tersebut akan dapat membahayakan anak,
Segera larikan anak ke Rumah Sakit, usahakan kejang tidak lebih dari 3 menit agar tidak banyak sel-sel otak yang rusak.

Karna dari 100 bayi yang baru lahir dapat mengalami kejang tanpa demam, 25 bayi akan mengalami kejadian serupa dalam masa 7 tahun, dan dari mereka yang mengalami kejang ulang, 19 bayi diantaranya menderita epilepsi. Sebaiknya siapkan obat anti kejang di rumah anda untuk berjaga-jaga bila anak punya riwayat kejang.

Bila anak terkena epilepsi, tidak perlu khawatir berlebihan karena anak yang menderita penyakit epilepsi bisa tumbuh seperti anak normal lainnya, Prestasi belajarnya pun tidak kalah dengan anak normal, kecuali bila memiliki gangguan pertumbuhan atau memiliki kelainan lahir.

hanya perlu Lakukan rutin kontrol setiap tiga bulan sekali, selama tiga tahun, Apabila terlambat dipantau selama setahun dan epilepsi sudah kambuh, maka hitungannya dimulai lagi dari nol, dan pantau lagi hingga bisa dilalui masa tiga tahun tanpa kambuh.


Semoga informasi ini bisa bermanfaat


Tag : Epilepsi

Back To Top